Sabtu, 11 Juli 2015

GEJALA PADA ANAK YANG KEKURANGAN OKSIGEN (HIPOKSIA)

Hal belajar adalah terdeteksi ketika anak anda mulai belajar. Saat itu orang tua baru menyadari adanya kekurangan pada anak mereka. Ada beberapa kasus yang ditemukan pada penelitian MME (Mind Measurement Education) dimana ada beberapa anak yang memiliki ciri sebagai berikut yang tanpa disadari oleh orang tua antara lain :
1. Ketika anak belajar terlalu/ agak lama belajar maka timbul masalah menguap dari mulut si anak. Orang tua akan merasa jengkel mengira bahwa anak tersebut malas dan membuat alasan untuk tidak belajar karena mengantuk.
2. Anak tidak dapat belajar dengan duduk diam (fokus) sehingga banyak alasan bagi si anak untuk meninggalkan tempat duduknya.
3. Ketika menjelang masa puber , si anak kelihatan mulai malas untuk bergerak / melakukan sesuatu.
4. Anak akan menyalahkan diri sendiri ketika ia ingin melakukan sesuatu tetapi tidak dapat diselesaikan. Membuat anak merasa jengkel terhadap dirinya karena tidak tercapai.
5. Tidak adanya percaya diri yang tinggi dan tidak adanya otak perencanaan dari si anak.

Kelima gejala diatas menyebabkan anak memiliki konsentrasi yang pendek, yang disebabkan bukan karena gerak yang tinggi (hiperaktif) melainkan karena kekurangan oksigen pada otak si anak. Hal tersebut dapat di deteksi sejak dini melalui fingerprint test pada jari tangan dan telapak sidik kaki. (MME TEST).

Dari hasil pengamatan diatas maka diperlukan penanganan sejak dini. Bukan menyalahkan anak mengapa tidak fokus belajar. Hal ini merupakan bawaan otak sejak lahir (inborn). Anak anda juga tidak menginginkan perkara diatas tapi karena "cetakan" yang dibawa sejak lahir oleh turunan kedua orang tua mereka maka mereka melakukan perkara demikian. "KENALILAH ANAK ANDA SEJAK DINI"