Minggu, 05 September 2010

ANALISA SIDIK LEBIH DARI SEKEDAR ANALISA BAKAT


Analisa sidik jari, bisa dikatakan merupakan salah satu ilmu yang banyak digunakan pada periode ini untuk mengetahui minat dan bakat seseorang. Sebenarnya bila saya menelusuri ilmu ini merupakan bagian daripada ilmu Antropology yaitu sebuah ilmu yang mempelajari manusia dari segi keanekaragaman fisik serta kebudayaan (cara-cara berperilaku, tradisi-tradisi,nilai-nilai) yang dihasilkan sehingga setiap manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda. Dengan antropology fisik yaitu sidik dapat dipelajari keanekaragaman manusia.
Melihat sidik pada Jari tangan, Telapak tangan dan Telapak kaki merupakan salah satu pembelajaran yang lengkap dari pemeriksaan sidik. Bahkan pada sebuah majalah kedokteran "Newton" yang membicarakan mengenai system syaraf yang menghubungan antara jari dan otak manusia ditulis oleh Eric R. Kandel pada tahun 2000 mendapatkan nobel (The Nobel prize in Physiology or medicine 2000). Jadi penelitian ini terus dilakukan hingga sekarang.
Pusat penelitian sidik di Indonesia , MME (Mind Measurement Education) yang bergabung dalam IBMBS (International Behavioral & Medical Biometics Society) sejak tahun 2007 sampai sekarang terus mengembangkan penelitian mengenai sidik jari ini. Foto diatas merupakan Konferensi International Fingerprint yang diselenggarakan oleh MME di Taiwan tanggal 24-25 Juli 2010 mengundang seluruh para ahli yang bergerak pada bidang fingerprint seperti Edward D.Campbell, Dr.Wang Chenxia, The Chairman of the chinese Dermatoglyphics Associaton, Professor Zhang Jai-guo from the faculty of the school of medicine, Shanghai Jiao Tong University serta Mr.Shen Guo-wen, director of the Nanjing Zhi Wen Museum. MME Indonesia diwakili oleh Mr.Samuel Tjandra (Senior Analyst Dermatoglyphics MME) & Mrs.Yunita Christanti (Senior Analyst Dermatoglyphics MME) berbicara mengenai "Permasalahan dan solusi yang terjadi para orang muda dengan menggunakan metode Dermatoglyphics". Hasil dari seluruh penelitian (termasuk MME Indonesia) disimpan di dalam Perpustakaan Negara Taiwan.
Melihat perkembangan penelitian terhadap sidik bukan hanya mengembangkan bakat saja tapi lebih dalam yaitu dapat mengenal sejak dini seseorang baik itu sifat, karakter, emosional, pembelajaran dan sebagainya. Diharapkan dengan pengenalan sejak dini, seseorang dapat memahami, mengembangkan dan mengatasi setiap kelebihan dan kelemahan masing-masing. Pengenalan sejak dini , tidak hanya mengetahui sosok seseorang terlebih lagi bagaimana cara mengatasi kelemahannya, sehingga test sidik ini sangat berguna bagi masyarakat luas.