Senin, 16 Juni 2008

ANAK NORMAL DI AUTHIS KAN

Ada beberapa orang tua yang tidak mengetahui anaknya. Ketika dia mulai masuk sekolah (play group) dan anak mempunyai daya gerak yang tinggi , membuat sang guru risau sehingga menggolongkan anak ini ke dalam anak authis. Orang tua mulai kuatir dan memeriksakan anaknya ke phisikiater. Anak tersebut tetap divonis authis. Lalu dibawa lagi ke seorang dokter dan diberi obat penenang untuk anak tersebut. Akhir kata anak tersebut dimasukkan ke sekolah authis.
Melihat permasalahan diatas sungguh kasihan anak ini, setelah diperiksa melalui sidik jari , kita melihat anak ini sebenarnya bukan authis. Anak ini termasuk anak yang mempunyai fungsi otak yang sangat pandai dan fungsi otak gerak yang sangat tinggi tapi masa depannya telah hancur ketika orang memvonis dia sebagai seorang authis. Dia merasa teman sekelilingnya (authis) adalah lingkungan yang benar dan membentuk dia menjadi seorang authis.
Sungguh sangat tragis cerita diatas, kasus ini seringkali muncul ketika orang tua baru memeriksakan anaknya secara sidik jari baru diketahui bahwa anak mereka sebenarnya adalah normal tapi telah lama mendapatkan vonis authis. Ketika orang tua itu mengetahui anaknya tidak authis , mereka menangis karena telah beberapa tahun mereka kehilangan kebahagiaan bersama dengan anak mereka.
INILAH KENYATAAN BILA ORANG TUA TIDAK MENGETAHUI ANAKNYA.
(Kisah nyata ini diambil dari salah satu kasus MME yang telah kita periksa sidik jari)

2 komentar:

Linaleebon mengatakan...

Sayang sekali MME kok baru masuk di Surabaya 2 bulan terakhir ini. Andai MME udah saya ketahui sejak 5 tahun yang lalu, masa-masa emas keponakan saya tidak dilalui dengan kesia-siaan gara-gara divonis Autis (padahal fungsi otaknya bagus semua alias bukan Autis, boleh dibilang hanya hiperaktif). Jadi sekarang lah waktunya saya ikut menginformasikan Fingerprint Test ini ke yang lain biar tidak banyak lagi generasi baru yang dengan serta merta dijudge sebagai Autis.

Kendala saat ini di lingkungan saya adalah tingginya biaya test tsb, kapan ya pemerintah mo memberikan subsidi, hehe..... (boro-boro mo kasih subsidi, harga BBM aja naik-naik terus)

Sukses selalu buat MME dan teamnya!

Terima kasih juga buat pelayanannya yang ramah dan sabar.

GBU all!

mme indonesia mengatakan...

Kita berharap akan membantu anak yang lainnya guna mendapatkan harapan yang lebih baik lagi.